Cara Membuka Rekening Bank di Jepang|Panduan untuk Orang Indonesia
Kalau tinggal di Jepang, rekening bank merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari.
Rekening bank dapat digunakan untuk menerima gaji, membayar sewa rumah, membayar tagihan kartu kredit, SIM, listrik, gas, dan berbagai layanan lainnya.
Di Jepang, pembayaran melalui autodebet rekening bank(口座振替 / kōza furikae) juga sangat umum digunakan untuk tagihan telepon, listrik, gas, kartu kredit, dan layanan lainnya.
Setelah rekening didaftarkan, tagihan akan otomatis dipotong dari rekening pada tanggal pembayaran sehingga Anda tidak perlu melakukan transfer secara manual setiap bulan.
Karena itu, jika berencana tinggal di Jepang dalam waktu cukup lama, memiliki rekening bank atas nama sendiri sejak awal akan sangat membantu.
Namun, ketika warga asing membuka rekening bank di Jepang, bank dapat memeriksa berbagai informasi seperti:
- Residence Card(在留カード)
- Alamat
- Masa izin tinggal
- Nomor telepon
- Penulisan nama
- Tempat kerja atau sekolah
Dokumen dan cara pendaftaran berbeda pada setiap bank. Di halaman ini, kami akan menjelaskan alur dasarnya serta hal-hal yang sering membuat orang asing kesulitan saat membuka rekening.
Hal yang Akan Dibahas
① Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membuka Rekening
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah alamat yang tercantum pada Residence Card.
Jika Anda sudah pindah tetapi belum mengurus perubahan alamat, atau alamat pada Residence Card berbeda dengan tempat tinggal saat ini, Anda mungkin tidak dapat membuka rekening.
Jika baru datang ke Jepang, lakukan terlebih dahulu pendaftaran penduduk di kantor pemerintah kota atau distrik, kemudian pastikan alamat terbaru sudah tercantum pada Residence Card.
Tergantung bank, Anda juga mungkin akan ditanya tentang:
- Status izin tinggal(在留資格)
- Tanggal berakhirnya masa izin tinggal
- Tempat kerja
- Sekolah
- Kondisi tempat tinggal di Jepang
Jika masa izin tinggal yang tersisa terlalu pendek, ada bank yang tidak menerima permohonan pembukaan rekening.
Sebagai contoh, di Japan Post Bank(ゆうちょ銀行), jika tanggal berakhirnya masa izin tinggal kurang dari 3 bulan sejak tanggal permohonan pembukaan rekening, pada prinsipnya Anda perlu memperbarui masa izin tinggal terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan.
Jadi, memiliki Residence Card tidak berarti rekening bank selalu dapat dibuat tanpa syarat lainnya.
② Dokumen dan Informasi yang Mungkin Diperlukan
Persyaratan berbeda tergantung bank, tetapi warga asing mungkin diminta menyiapkan beberapa hal berikut:
- Residence Card(在留カード)
- Paspor
- Nomor telepon yang dapat dihubungi di Jepang(tergantung bank, nomor HP diperlukan)
- Dokumen yang menunjukkan alamat saat ini
- My Number Card atau Juminhyo(住民票)
- Kartu pelajar
- Kartu pegawai atau surat keterangan bekerja
- Hanko / stempel nama(印鑑), jika diperlukan
Bukan berarti semua dokumen tersebut selalu diperlukan di setiap bank.
Salah satu dokumen yang paling penting bagi warga asing adalah Residence Card(在留カード).
Ada bank yang mewajibkan warga asing menunjukkan Residence Card sebagai dokumen verifikasi identitas.
Selain itu, beberapa bank meminta nomor telepon dan alamat email saat pendaftaran.
Sebagai contoh, jika warga asing membuka rekening melalui ATM Seven Bank, diperlukan nomor HP dan alamat email selain dokumen identitas yang diperlukan.
Apakah Harus Punya Hanko(印鑑)?
Dulu, menggunakan hanko atau stempel nama ketika membuka rekening bank merupakan hal yang sangat umum di Jepang.
Sekarang semakin banyak bank yang memungkinkan pembukaan rekening tanpa hanko.
Namun, tergantung bank dan cara pendaftarannya, hanko masih dapat diperlukan.
Jika ingin membuka rekening langsung di kantor cabang, sebaiknya periksa terlebih dahulu apakah hanko diperlukan.
③ Alur Dasar Membuka Rekening Bank
Secara umum, prosesnya seperti berikut:
- ① Melakukan pendaftaran penduduk
- ② Memastikan alamat pada Residence Card sudah terbaru
- ③ Memilih bank
- ④ Memeriksa dan menyiapkan dokumen yang diperlukan
- ⑤ Mengajukan permohonan melalui kantor cabang, website, ATM, atau aplikasi
- ⑥ Melakukan verifikasi identitas
- ⑦ Menunggu pemeriksaan dan pembukaan rekening
- ⑧ Menerima kartu ATM atau dokumen terkait
Saat ini ada bank yang memungkinkan pendaftaran melalui smartphone atau internet.
Namun, bagi warga asing, metode pendaftarannya dapat berbeda dengan warga Jepang.
Sebagai contoh, di Seven Bank, layanan pembukaan rekening instan melalui aplikasi yang tersedia bagi warga Jepang tidak dapat digunakan dengan cara yang sama oleh warga asing.
Warga asing menggunakan metode lain seperti ATM atau internet sesuai persyaratan yang berlaku.
Selain itu, untuk Japan Post Bank, Residence Card dengan format baru yang diterbitkan sejak 14 Juni 2026 untuk sementara belum dapat digunakan untuk membuka rekening melalui aplikasi prosedur Japan Post Bank(ゆうちょ手続きアプリ).
Dalam kondisi tersebut, prosedur perlu dilakukan melalui kantor layanan.
Artinya, meskipun sebuah bank menulis bahwa “rekening dapat dibuka melalui aplikasi”, warga asing belum tentu dapat menggunakan metode pendaftaran yang sama.
④ Hal yang Sering Membuat Orang Asing Kesulitan
Masalah yang paling sering terjadi berkaitan dengan nama, alamat, dan informasi izin tinggal.
Misalnya:
- Nama pada Residence Card berbeda dengan nama yang dimasukkan pada formulir
- Urutan nama berbeda
- Middle name tidak dimasukkan
- Penulisan nama dalam katakana berbeda
- Alamat masih menggunakan alamat lama
- Kode pos salah
Nama pemilik rekening bank nantinya dapat berhubungan dengan berbagai layanan lain seperti:
- Transfer gaji
- Kartu kredit
- SIM
- PayPay dan layanan pembayaran lainnya
- Autodebet rekening(口座振替)
Karena itu, sejak pertama kali membuat rekening, sebaiknya gunakan penulisan nama yang konsisten dengan Residence Card dan dokumen yang digunakan di tempat kerja atau sekolah.
Orang Indonesia Perlu Berhati-hati dengan Penulisan Nama
Nama orang Indonesia tidak selalu mengikuti pola nama keluarga dan nama depan seperti yang umum digunakan di Jepang.
Ada orang yang hanya memiliki satu nama, ada yang memiliki beberapa bagian nama, dan ada juga yang memiliki middle name.
Masalahnya, formulir bank di Jepang sering memisahkan kolom menjadi:
- 姓(せい)— nama keluarga
- 名(めい)— nama depan
- カタカナ — penulisan nama dalam katakana
Karena itu, orang Indonesia bisa bingung harus memasukkan bagian nama yang mana ke setiap kolom.
Jangan memendekkan nama, menghilangkan middle name, atau mengubah urutannya berdasarkan keputusan sendiri hanya agar formulir bisa diisi.
Masukkan nama sesuai Residence Card dan petunjuk bank.
Jika tidak yakin harus memasukkan nama ke kolom mana, lebih aman meminta petugas bank untuk memastikannya.
⑤ Bank Mana yang Lebih Mudah? Perbedaan Cara Pendaftaran
Tidak ada satu bank yang dapat dikatakan “pasti paling mudah untuk semua warga asing”.
Bank yang cocok dapat berbeda tergantung status izin tinggal, sisa masa izin tinggal, umur, dokumen identitas yang dimiliki, nomor telepon, serta kemampuan menggunakan layanan dalam bahasa Jepang.
Japan Post Bank(ゆうちょ銀行)
Japan Post Bank memiliki jaringan kantor pos yang luas di seluruh Jepang sehingga mudah ditemukan, termasuk di luar kota besar.
Warga asing yang membuka rekening perlu menunjukkan Residence Card.
Jika tanggal berakhirnya masa izin tinggal kurang dari 3 bulan sejak tanggal permohonan, pada prinsipnya Anda perlu memperbarui masa izin tinggal terlebih dahulu sebelum mengajukan pembukaan rekening.
Selain itu, Residence Card dengan format baru yang diterbitkan sejak 14 Juni 2026 untuk sementara belum dapat digunakan dalam aplikasi prosedur Japan Post Bank untuk membuka rekening.
Dalam kondisi tersebut, Anda perlu melakukan prosedur melalui kantor layanan.
Seven Bank(セブン銀行)
Warga asing juga dapat mengajukan pembukaan rekening Seven Bank menggunakan Residence Card dan dokumen lain yang ditentukan.
Metode pendaftarannya antara lain melalui ATM atau internet.
Namun, metode yang tersedia bagi warga asing berbeda dengan layanan pembukaan rekening instan melalui aplikasi yang tersedia bagi warga Jepang.
Untuk pendaftaran melalui ATM bagi warga asing, nomor HP dan alamat email diperlukan selain dokumen identitas yang ditentukan.
Selain itu, Residence Card format baru yang diterbitkan sejak 14 Juni 2026 untuk sementara belum dapat digunakan untuk pembukaan rekening melalui ATM.
Rakuten Bank(楽天銀行)
Rakuten Bank adalah bank online tanpa kantor cabang fisik dan sebagian besar prosedurnya dilakukan secara online.
Warga asing perlu menyerahkan Residence Card atau Special Permanent Resident Certificate(特別永住者証明書)sebagai dokumen identitas.
Dokumen dapat diserahkan melalui aplikasi atau metode lain yang ditentukan oleh bank.
Karena prosesnya berpusat pada layanan online, Rakuten Bank dapat menjadi pilihan bagi orang yang nyaman mengurus berbagai hal melalui smartphone.
Namun, setelah mulai menggunakan layanan, banyak menu dan prosedur pada dasarnya menggunakan bahasa Jepang.
Jadi, Bank Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Daripada mencari satu bank yang disebut “paling mudah untuk orang asing”, lebih baik pilih berdasarkan kondisi Anda sendiri.
Misalnya:
- Ingin berkonsultasi langsung dengan petugas
- Ingin menyelesaikan proses secara online
- Kurang percaya diri menggunakan bahasa Jepang
- Sisa masa izin tinggal cukup pendek
- Memiliki Residence Card format baru
- Ingin bank atau ATM yang mudah ditemukan di dekat rumah
Dengan memilih berdasarkan kebutuhan seperti ini, Anda lebih kecil kemungkinan memilih bank yang metode pendaftarannya tidak sesuai dengan kondisi Anda.
⑥ Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Rekening Dibuat
Setelah rekening berhasil dibuat, informasi yang terdaftar di bank tetap perlu dijaga agar selalu terbaru.
Misalnya, Anda mungkin perlu menghubungi atau melakukan prosedur perubahan kepada bank jika:
- Pindah rumah
- Memperbarui Residence Card
- Masa izin tinggal berubah
- Nama berubah
- Nomor telepon berubah
Khusus bagi warga asing, bank dapat meminta Anda memperbarui informasi Residence Card atau masa izin tinggal.
Jika menerima email, surat, pemberitahuan aplikasi, atau permintaan konfirmasi dari bank, jangan dibiarkan begitu saja.
Ikuti petunjuk bank dan lakukan pembaruan informasi jika diperlukan.
Penting: Jangan Berikan Rekening Bank Anda kepada Orang Lain
Di Jepang, rekening bank, buku tabungan, kartu ATM, atau informasi rekening atas nama Anda tidak boleh dijual atau diberikan kepada orang lain untuk digunakan.
Walaupun alasannya:
“Saya akan pulang ke Indonesia, jadi rekening ini sudah tidak diperlukan.”
atau:
“Teman saya ingin menggunakan rekening ini.”
Anda tetap tidak boleh menyerahkannya.
Penyerahan rekening atau buku tabungan secara tidak sah dapat menjadi tindak pidana.
Jika rekening tersebut kemudian digunakan untuk penipuan, pencucian uang, atau tindak kejahatan lainnya, Anda dapat mengalami masalah serius karena rekening tersebut terdaftar atas nama Anda.
Jika akan meninggalkan Jepang atau rekening sudah tidak digunakan, lakukan penutupan rekening secara resmi sesuai prosedur bank.
Kesimpulan
Bagi orang Indonesia yang ingin membuka rekening bank di Jepang, beberapa hal yang sangat penting adalah:
- Residence Card(在留カード)
- Alamat
- Masa izin tinggal
- Nomor telepon
- Penulisan nama
Dokumen dan metode pendaftaran berbeda pada setiap bank.
Bahkan jika warga Jepang dapat membuka rekening dengan mudah melalui aplikasi, warga asing mungkin harus menggunakan prosedur lain karena diperlukan pemeriksaan Residence Card atau informasi izin tinggal.
Bagi orang Indonesia, bagian yang perlu mendapat perhatian khusus adalah penulisan nama.
Jika formulir memisahkan kolom nama keluarga, nama depan, dan katakana, jangan mengubah atau memendekkan nama berdasarkan keputusan sendiri.
Gunakan penulisan yang sesuai dengan Residence Card dan petunjuk dari bank.
Setelah rekening dibuat, jangan lupa memperbarui informasi bank jika alamat, nomor telepon, Residence Card, atau masa izin tinggal berubah.
Dan yang paling penting, jangan pernah menjual atau memberikan rekening bank maupun kartu ATM atas nama Anda kepada orang lain.
