Kenapa Gaji di Jepang Lebih Kecil dari Perkiraan? Panduan Slip Gaji dan Pajak
Saat mulai bekerja di Jepang, ada orang yang terkejut ketika menerima gaji pertama.
“Katanya gaji saya 200.000 yen, kenapa yang masuk ke rekening tidak sampai 200.000 yen?”
“Kenapa banyak sekali potongan di slip gaji?”
“Apakah semuanya pajak?”
Pertanyaan seperti ini cukup wajar.
Di Jepang, jumlah gaji yang diberikan perusahaan sebelum potongan, yaitu Soshikyugaku(総支給額 / total gaji sebelum potongan), tidak sama dengan jumlah yang benar-benar masuk ke rekening, yaitu Tedorigaku(手取り額 / gaji bersih yang diterima).
Dari gaji, dapat dipotong beberapa hal seperti:
- Asuransi kesehatan
- Kosei Nenkin / pensiun karyawan
- Asuransi ketenagakerjaan
- Pajak penghasilan
- Pajak penduduk
Jadi, nominal “gaji bulanan” yang tertulis pada lowongan kerja atau kontrak kerja belum tentu sama dengan uang yang benar-benar masuk ke rekening bank Anda.
Bagi orang Indonesia yang baru mulai bekerja di Jepang, istilah Jepang pada slip gaji juga bisa cukup membingungkan.
Di halaman ini, kami akan menjelaskan secara sederhana perbedaan gaji sebelum dan sesudah potongan, apa saja yang dipotong dari gaji, arti pajak 20,42%, perbedaan resident dan non-resident, serta alasan gaji bersih bisa berkurang pada tahun kedua.
Hal yang Akan Dibahas
① Mengapa Gaji Terlihat Lebih Sedikit?
Dalam sistem penggajian Jepang, Anda perlu membedakan antara Soshikyugaku(総支給額) dan Tedorigaku(手取り額).
Soshikyugaku adalah total gaji sebelum berbagai potongan.
Jumlah ini dapat mencakup:
- Gaji pokok
- Uang lembur
- Berbagai tunjangan
Setelah itu, biaya asuransi sosial dan pajak dipotong.
Jumlah yang tersisa dan benar-benar Anda terima disebut Tedorigaku.
Secara sederhana:
Total gaji sebelum potongan
- asuransi sosial
- pajak dan potongan lainnya
= gaji bersih yang diterima
Jadi, selisih antara nominal gaji dan uang yang masuk ke rekening bukan berarti perusahaan bebas mengurangi gaji Anda.
Banyak potongan tersebut dilakukan berdasarkan sistem dan peraturan yang berlaku di Jepang.
② Apa Saja yang Dipotong dari Gaji?
Pada slip gaji, Anda mungkin akan menemukan beberapa item berikut.
| Istilah pada slip gaji | Artinya |
|---|---|
| 健康保険料 | Iuran asuransi kesehatan |
| 厚生年金保険料 | Iuran Kosei Nenkin / pensiun karyawan |
| 雇用保険料 | Iuran asuransi ketenagakerjaan |
| 所得税 | Pajak penghasilan |
| 住民税 | Pajak penduduk |
Asuransi Kesehatan(健康保険料)
Ini adalah iuran untuk asuransi kesehatan yang digunakan ketika menerima perawatan medis yang ditanggung oleh sistem asuransi di rumah sakit atau klinik.
Jika Anda mengikuti Shakai Hoken melalui perusahaan, iuran asuransi kesehatan biasanya dipotong langsung dari gaji setiap bulan.
Kosei Nenkin(厚生年金保険料)
Kosei Nenkin adalah iuran pensiun publik bagi karyawan dan pekerja lain yang memenuhi syarat di Jepang.
Sistem ini tidak hanya berkaitan dengan pensiun hari tua, tetapi juga dapat berhubungan dengan pensiun disabilitas dan pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan.
Jumlah Kosei Nenkin pada slip gaji dapat terlihat cukup besar.
Karena itu, ada orang yang mengira:
“Pajak saya sangat tinggi.”
padahal sebagian besar potongan yang dilihat sebenarnya adalah iuran Kosei Nenkin, bukan pajak.
Asuransi Ketenagakerjaan(雇用保険料)
Ini adalah asuransi yang berkaitan dengan tunjangan ketika kehilangan pekerjaan, tunjangan cuti mengasuh anak, dan beberapa manfaat lainnya.
Jika Anda terdaftar dalam Koyo Hoken(雇用保険), iurannya akan dipotong dari gaji.
Pajak Penghasilan(所得税)
Ini adalah pajak yang dibayarkan kepada pemerintah pusat berdasarkan penghasilan.
Untuk karyawan, perusahaan biasanya memotong pajak penghasilan langsung dari gaji setiap bulan.
Pajak Penduduk(住民税)
Juminzei(住民税)adalah pajak yang dibayarkan kepada pemerintah prefektur dan kota tempat tinggal.
Besarnya pada dasarnya dihitung berdasarkan penghasilan tahun sebelumnya.
Karena itu, waktu mulai dipotongnya Juminzei dapat berbeda dengan pajak penghasilan.
③ Apa Arti “20,42%”?
Salah satu angka yang dapat membuat warga asing khawatir ketika melihat slip gaji adalah:
Pajak penghasilan 20,42%
Angka ini bukan tarif pajak penghasilan yang otomatis berlaku untuk semua karyawan biasa yang tinggal di Jepang.
Dalam sistem pajak Jepang, jika seseorang dianggap sebagai non-resident(非居住者) dan menerima gaji untuk pekerjaan yang dilakukan di Jepang, pada prinsipnya pajak penghasilan dan pajak khusus rekonstruksi akan dipotong dengan tarif 20,42%.
Angka 20,42% terdiri dari:
Pajak penghasilan 20%
+
Pajak khusus rekonstruksi 0,42%
Namun, tergantung perjanjian pajak antara Jepang dan negara tempat seseorang menjadi resident pajak, pajak tersebut dalam kondisi tertentu dapat dikurangi atau dibebaskan.
Jadi:
“Saya orang asing, berarti pajaknya 20,42%.”
adalah pemahaman yang tidak tepat.
Jika pajak penghasilan pada slip gaji Anda sekitar 20%, sebaiknya tanyakan kepada perusahaan apakah Anda diproses sebagai resident atau non-resident untuk keperluan pajak.
④ Perbedaan Resident dan Non-Resident
Dalam pajak penghasilan Jepang, status resident atau non-resident tidak ditentukan hanya berdasarkan kewarganegaraan.
Pada halaman ini:
- resident(居住者) = orang yang dianggap tinggal di Jepang sebagai resident untuk keperluan pajak Jepang
- non-resident(非居住者) = orang yang tidak dianggap sebagai resident untuk keperluan pajak Jepang
Secara umum, seseorang dianggap sebagai resident jika:
- Memiliki jusho(住所), yaitu tempat yang menjadi pusat kehidupan di Jepang
- Atau memiliki kyosho(居所)di Jepang secara terus-menerus selama 1 tahun atau lebih
Yang dimaksud dengan “alamat” di sini bukan hanya alamat yang tercatat pada Juminhyo.
Yang dinilai adalah di mana pusat kehidupan seseorang berdasarkan keadaan sebenarnya.
Sementara itu, orang yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada prinsipnya dianggap non-resident.
Misalnya, seseorang yang hanya datang ke Jepang untuk bekerja dalam waktu singkat dan tidak memiliki pusat kehidupan di Jepang dapat dianggap sebagai non-resident.
Namun:
“Belum tinggal di Jepang selama 1 tahun = pasti non-resident”
juga tidak selalu benar.
Jika sejak datang ke Jepang seseorang sudah dianggap memiliki jusho atau pusat kehidupan di Jepang, ia dapat menjadi resident meskipun belum tinggal selama 1 tahun.
Jadi, status ini tidak ditentukan hanya dari:
- Kewarganegaraan
- Jenis izin tinggal
- Berapa hari sejak datang ke Jepang
Dalam praktiknya, kondisi seperti kontrak kerja, tempat tinggal, keluarga, dan rencana masa tinggal juga dapat menjadi bagian dari penilaian.
⑤ Bagian yang Perlu Diperiksa pada Slip Gaji
Jika gaji yang masuk terasa lebih sedikit dari perkiraan, periksa slip gaji terlebih dahulu.
Beberapa istilah Jepang berikut sangat berguna untuk diingat.
| Istilah Jepang | Arti |
|---|---|
| 総支給額 | Total gaji sebelum potongan |
| 控除 | Potongan dari gaji |
| 健康保険料 | Iuran asuransi kesehatan |
| 厚生年金保険料 | Iuran Kosei Nenkin |
| 雇用保険料 | Iuran asuransi ketenagakerjaan |
| 所得税 | Pajak penghasilan |
| 住民税 | Pajak penduduk |
| 差引支給額 | Jumlah akhir yang dibayarkan |
Soshikyugaku(総支給額)
Ini adalah total gaji sebelum potongan.
Biasanya mencakup gaji pokok, uang lembur, dan berbagai tunjangan.
Kojo(控除)
Kojo berarti jumlah yang dipotong dari gaji.
Pada bagian ini, Anda mungkin melihat asuransi kesehatan, Kosei Nenkin, Koyo Hoken, pajak penghasilan, Juminzei, dan potongan lainnya.
Tedorigaku(手取り額)
Ini adalah jumlah yang benar-benar diterima setelah semua potongan.
Pada slip gaji, istilah seperti 差引支給額 juga dapat digunakan untuk menunjukkan jumlah akhir yang dibayarkan.
Shotokuzei(所得税)
Jika pajak penghasilan saja sekitar 20% dari gaji, periksa apakah perusahaan memproses Anda sebagai non-resident.
Anda dapat bertanya:
「給与明細の所得税が20.42%になっています。私は税務上、居住者と非居住者のどちらとして処理されていますか?」
“Pajak penghasilan pada slip gaji saya menjadi 20,42%. Untuk keperluan pajak, saya diproses sebagai resident atau non-resident?”
Jangan langsung menganggap perhitungan perusahaan salah.
Pertama-tama, pastikan status yang digunakan perusahaan dan cara penghitungannya.
⑥ Mengapa Gaji Bersih Bisa Berkurang pada Tahun Kedua?
Ada orang yang mulai bekerja di Jepang lalu merasa:
“Kenapa gaji bersih saya pada tahun kedua lebih kecil daripada tahun pertama?”
Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah Juminzei(住民税 / pajak penduduk).
Juminzei dihitung berdasarkan penghasilan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun sebelumnya Anda belum memiliki penghasilan yang menjadi dasar perhitungan Juminzei di Jepang, pada tahun pertama bekerja potongan Juminzei dari gaji bisa belum muncul.
Setelah penghasilan tahun pertama menjadi dasar perhitungan pajak, Juminzei dapat mulai dipotong dari gaji pada tahun berikutnya.
Akibatnya, Tedorigaku menjadi lebih rendah meskipun jumlah gaji sebelum potongan tidak berubah.
Jadi:
“Perusahaan menurunkan gaji saya pada tahun kedua.”
belum tentu benar.
Periksa bagian 住民税 pada slip gaji.
⑦ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Q. Banyak sekali uang yang dipotong dari gaji. Apakah karena pajak di Jepang sangat tinggi?
Belum tentu.
Jumlah yang dipotong dari gaji tidak hanya terdiri dari pajak penghasilan dan Juminzei.
Di dalamnya juga dapat terdapat Kosei Nenkin, asuransi kesehatan, Koyo Hoken, dan iuran lainnya.
Khususnya Kosei Nenkin dapat terlihat cukup besar pada slip gaji.
Q. Apa bedanya Soshikyugaku dan Tedorigaku?
Soshikyugaku adalah total gaji sebelum potongan, termasuk gaji pokok, uang lembur, dan berbagai tunjangan.
Setelah asuransi sosial, pajak, dan potongan lainnya dikurangi, jumlah yang benar-benar Anda terima adalah Tedorigaku.
Q. Kalau pajak penghasilan 20,42%, apakah berarti perusahaan salah menghitung?
Belum tentu.
Jika Anda termasuk non-resident untuk keperluan pajak dan menerima gaji atas pekerjaan yang dilakukan di Jepang, pada prinsipnya pajak sebesar 20,42% dapat dipotong.
Namun, perlakuannya dapat berbeda jika ada ketentuan dalam perjanjian pajak.
Tanyakan kepada perusahaan apakah Anda diproses sebagai resident atau non-resident.
Q. Apakah semua orang asing dianggap non-resident?
Tidak.
Status resident atau non-resident tidak ditentukan berdasarkan kewarganegaraan.
Penilaiannya antara lain berdasarkan apakah Anda memiliki pusat kehidupan di Jepang atau memiliki tempat tinggal di Jepang secara terus-menerus selama 1 tahun atau lebih.
Q. Kalau baru datang ke Jepang dan belum 1 tahun, apakah pasti non-resident?
Tidak selalu.
Walaupun baru datang ke Jepang, jika Anda sudah dianggap memiliki jusho atau pusat kehidupan di Jepang, Anda dapat dianggap sebagai resident.
Q. Apakah saya bisa mengajukan permohonan sendiri untuk mengubah status menjadi resident?
Resident dan non-resident bukan status yang dapat dipilih bebas oleh seseorang.
Status tersebut ditentukan berdasarkan kondisi kehidupan yang sebenarnya menurut aturan pajak.
Jika ada keraguan tentang pemotongan gaji, tanyakan terlebih dahulu kepada bagian payroll atau HR perusahaan.
Q. Apakah gaji bersih bisa berkurang pada tahun kedua?
Ya.
Salah satu penyebab yang umum adalah mulai dipotongnya Juminzei berdasarkan penghasilan tahun sebelumnya.
Karena itu, meskipun gaji sebelum potongan tidak berubah, Tedorigaku pada tahun kedua dapat menjadi lebih rendah.
⑧ Kesimpulan
Dalam sistem gaji Jepang, nominal “gaji bulanan” pada lowongan kerja atau kontrak kerja belum tentu sama dengan jumlah yang benar-benar masuk ke rekening bank.
Dari gaji dapat dipotong:
- Asuransi kesehatan
- Kosei Nenkin
- Asuransi ketenagakerjaan
- Pajak penghasilan
- Juminzei
Bagi orang Indonesia yang mulai bekerja di Jepang, sebaiknya ingat beberapa istilah yang sering muncul pada slip gaji:
- 総支給額 — total gaji sebelum potongan
- 控除 — potongan
- 健康保険 — asuransi kesehatan
- 厚生年金 — Kosei Nenkin
- 雇用保険 — asuransi ketenagakerjaan
- 所得税 — pajak penghasilan
- 住民税 — pajak penduduk
- 差引支給額 — jumlah akhir yang dibayarkan
Dengan memahami istilah tersebut, Anda akan lebih mudah mengetahui apa saja yang dipotong dari gaji.
Jika pajak penghasilan menjadi 20,42%, jangan langsung berpikir:
“Pajak saya tinggi karena saya orang asing.”
Periksa terlebih dahulu apakah perusahaan memproses Anda sebagai resident atau non-resident untuk keperluan pajak.
Dan jika gaji bersih berkurang pada tahun kedua, periksa juga apakah Juminzei mulai dipotong dari gaji.
